Senin, 29 Februari 2016


Kepadatan Penduduk Indonesia
“Dengan Kesadaran Diri dan Kerja Sama, wujudkan Indonesia Sejahtera”

            Seperti yang kita tahu Indonesia merupakan negara berkembang dengan angka kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Didunia Indonesia menduduki peringkat ke 4 dengan jumlah penduduk 255.993.674 jiwa(CIA World Factbook tahun 2015).Tingkat kepadatan penduduk tersebut kemungkinan besar lebih banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Karena dengan angka penduduk sebanyak tersebut ternyata juga menyumbang pengangguran yang cukup banyakkarena tiap tahunnya semakin bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa. Dan masih ada lagi beberapa dampak dari kepadatan penduduk tersebut.
Seperti yang ditulis oleh Yugi dalam (http://www.eduspensa.com/2015/08/dampak-akibat-kepadatan-penduduk.html) beberapa dampak kepadatan penduduk yaitu:


     1.       Dampak kepadatan penduduk terhadap kebutuhan air
Sudah tahu dong manusia membutuhkan air lebih dari membutuhkan makanan. Air banyak sekali manfaatnya entah itu untuk minum, mencuci, mandi dan lain sebagainya namun bukan cuman manusia yang membutuhkan air. Hewan dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang hidup di sekitar manusia, mereka juga menjadi salah satu sumber makanan bagi manusia. Bayangkan jika semakin padat populasi manusia di suatu wilayah, air semakin menipis, hewan dan tumbuhan bisa perlahan mati lalu kita akan makan apa? Juga pembangunan yang menggunakan semen berlebihan menjadikan air tidak meresap ke tanah, jadi air langsung mengalir menuju ke sungai lalu kembali ke laut.
     2.       Dampak kepadatan penduduk terhadap udara bersih
Selain kita membutuhkan air, makhluk hidup juga butuh udara untuk bernafas. Dengan semakin padatnya penduduk dan perilaku konsumtif atau ingin tampil keren dengan kendaraan terbaru bisa menyebabkan udara bersih menjadi langka. Sekarang di kota maupun desa sudah banyak kendaraan bermotor dengan asap yang mengganggu kelangsungan udara bersih. Terlalu banyak kandungan karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor juga buruk bagi kesehatan tanaman, kita harus menanggulanginya dengan cara penghijauan. Kenapa? Karena oksigen dihasilkan oleh proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman.
     3.       Dampak kepadatan penduduk terhadap pertanian
Penduduk semakin padat, berarti kebutuhan pangan akan terus meningkat. Salah satu akibat dari kepadatan ini yaitu pengalihan fungsi pertanian yang tadinya untuk ladang menanam menjadi pemukiman, perumahan atau sarana lainnya. Sehingga negara yaa khusunya Indonesia harus banyak mengimpor, untuk menanggulanginya Pemerintah telahmelakukan usaha konkret, yaitu :Ekstensifikasi pertanian dengan cara membuka lahan baru yang masih memungkinkan:
1.       Meningkatkan teknologi pertanian, perikanan, dan peternakan
2.       Meningkatkan persediaan bahan makanan
3.    Mengubah sikap dan cara mengonsumsi makanan, antara lain mengubah agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan makanan saja
4.       Diversifikasi tanaman dan lahan pertanian.
Catatan : Disersifikasi adalah penganekaragaman tanaman dan lahan untuk membudidayakannya.
     4.       Dampak kepadatan penduduk terhadap lingkungan
Untuk dampak terhadap lingkungan hampir mirip dengan dampak kebutuhan udara bersih, populasi penduduk yang tidak terarah membuat kebutuhan barang dan jasa akan terus meningkat. Contoh saja hampir tiap keluarga memiliki sepeda motor dan kebutuhan itu akan semakin meningkat, jalanan akan semakin macet, polusi udara meningkat dan masih banyak lagi. Konsumsi energi yang berlebihan tentu akan membuat lingkungan semakin tercemar, negara berkembang maupun maju juga memiliki permasalahan seperti ini. Walau pemerintah mereka sudah mengupayakan berbagai usaha namun penduduk semakin tidak terkendali maka bisa saja terjadi pendorong rusaknya lingkungan hidup.
     5.       Dampak kepadatan penduduk terhadap pendidikan
Pendidikan merupakan dasar yang sangat penting bagi suatu negara, semakin bagus pendidikan suatu negara bisa mendorong negara tersebut untuk maju, Jika kepadatan penduduk tidak dapat ditanggulani dengan baik dan sarana prasarana pendidikan semakin kecil, maka banyak anak-anak yang tidak bisa bersekolah, lingkar pendidikan di suatu negara menjadi rendah dan akhirnya produktifitas bekerja akan menurun nantinya.
     6.       Dampak kepadatan penduduk terhadap perumahan
Semua orang butuh tempat untuk berteduh, jumlah penduduk yang bertambah juga menuntut lahan untuk rumah semakin tinggi. Namun kenyataanya sekarang lahan untuk rumah sudah sulit untuk didapat, banyak dari warga kita mendirikan bangunan tidak resmi atau tempat tinggal sementara yang terbuat dari kardus ataupun plastik.

Setelah mengetahui beberapa dampak dari kepadatan penduduk. Kita selaku mahasiswa juga harus bisa berpikir kritis supaya ikut membantu dalam mengurangi kepadatan penduduk tersebut. Salah satu caranya dimulai dari hal yang sederhana dengan menerapkan konsep keluarga berencana jika kita sudah berkeluarga ataupun diterapkan di keluarga saudara baik kakak maupun adik atau sepupu dan sebagainya. Disamping itu upaya pemerintah juga sangat diperlukan. 
Adapun kebijakan dan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan (http://www.eduspensa.com/2015/08/kebijakan-dan-upaya-pemerintah.html) yaitu:
A. Kebijakan Pemerintah
Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini, yaitu : 
        1.       Mencanangkan Program KB (Keluarga Berencana)
Melalui pendekatan pendidikan dan mengenalkan berbagai alat kontrasepsi pada usia subur, pemerintah mengusahakan agar menekan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.
        2.       Undang-Undang Perkawinan
Pemerintah membuat undang - undang tersebut untuk mengatur usia minimal seseorang untuk menikah.
         3.       Pembatasan Pemberian Tunjangan
Pemerintah membatasi tunjangan anak bagi PNS/ABRI maksimal sampai anak kedua.
B. Upaya dan Usaha Pemerintah
1. Masalah Kepadatan Penduduk
Pemerintah mengatasinya dengan cara : Program Transmigrasi, Pembangunan fokus di Wilayah Timur.
2. Tingkat Kesehatan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara :
a) Pembangunan fasilitas kesehatan seperti PUSKESMAS dan Rumah Sakit Umum
b) Pelayanan kesehatan gratis dengan JAMKESMAS maupun JAMKESDA
3. Tingkat Pendidikan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara : 
a) Penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan merata di semua daerah di                                  Indonesia.
b) Penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
c) Peningkatan kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik                                pemerintah
d) Penyediaan program pelatihan bagi para pengajar dan pencari kerja
e) Mempelopori riset dan penemuan baru dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga                                    pemerintah. 
     4. Tingkat Pendapatan Rendah
    Pemerintah mengatasinya dengan cara : 
  a) Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembangnya usaha/investasi, baik          PMDN ataupun PMA.
  b) Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih banyak menyerap   tenaga kerja.
 c) Penyederhanaan birokrasi dalam perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan fasilitas umum        (jalan, telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.

Dari penjelasan diatas kita sudah mengetahui mengenai gambaran umum pendudukan di Indonesia khususnya dampak dan upaya pemerintah dalam mengatasi kepadatan penduduk. Walaupun setiap tahun masih saja terjadi peningkatan kepadatan penduduk, kita tidak bisa hanya menyalahkan sepenuhnya kepada pemerintah, karena seharusnya kita juga sadar diri menjadi Warga Negara Indonesia yang baik dengan ikut sumbangsih dalam upaya mengatasi hal tersebut. Sebagai remaja khususnya mahasiswa, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan yaitu dengan menjadi remaja yang berperilaku sehat (dalam artian tidak terlibat dengan narkoba dan seks bebas), menunda pernikahan yang terlalu dini, mempunyai cita-cita mewujudkan keluarga kecil dan sejahtera (2 anak cukup), memberikan informasi kepada teman sebaya ataupun keluarga dan masyarakat mengenai keluarga berencana. Semua tujuan dapat tercapai apabila semua komponen berjalan berdampingan dan saling membantu satu sama lain, bukan dengan menyalahkan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, tujuan penduduk yang ideal dapat tercapai apabila semua komponen negara sadar akan hal tersebut dan berjalan berdampingan baik pemerintah maupun masyarakat (umum dan pelajar). Semoga hal ini dapat tercapai demi terciptanya Indonesia yang lebih sejahtera.

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "