Kepadatan
Penduduk Indonesia
“Dengan
Kesadaran Diri dan Kerja Sama, wujudkan Indonesia Sejahtera”
Seperti
yang kita tahu Indonesia merupakan negara berkembang dengan angka kepadatan
penduduk yang cukup tinggi. Didunia Indonesia menduduki peringkat ke 4 dengan
jumlah penduduk 255.993.674 jiwa(CIA World
Factbook
tahun 2015).Tingkat kepadatan penduduk tersebut kemungkinan besar
lebih banyak kekurangannya dari pada kelebihannya. Karena dengan angka penduduk
sebanyak tersebut ternyata juga menyumbang pengangguran yang cukup banyakkarena
tiap tahunnya semakin bertambah. Badan Pusat Statistik
(BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada
Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa. Dan masih ada lagi beberapa dampak dari
kepadatan penduduk tersebut.
Seperti yang ditulis oleh Yugi dalam (http://www.eduspensa.com/2015/08/dampak-akibat-kepadatan-penduduk.html) beberapa dampak kepadatan penduduk
yaitu:
1. Dampak
kepadatan penduduk terhadap kebutuhan air
Sudah tahu dong manusia membutuhkan air
lebih dari membutuhkan makanan. Air banyak sekali manfaatnya entah itu untuk
minum, mencuci, mandi dan lain sebagainya namun bukan cuman manusia yang
membutuhkan air. Hewan dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang hidup di
sekitar manusia, mereka juga menjadi salah satu sumber makanan bagi manusia.
Bayangkan jika semakin padat populasi manusia di suatu wilayah, air semakin
menipis, hewan dan tumbuhan bisa perlahan mati lalu kita akan makan apa? Juga
pembangunan yang menggunakan semen berlebihan menjadikan air tidak meresap ke
tanah, jadi air langsung mengalir menuju ke sungai lalu kembali ke laut.
2. Dampak
kepadatan penduduk terhadap udara bersih
Selain kita membutuhkan air, makhluk
hidup juga butuh udara untuk bernafas. Dengan semakin padatnya penduduk dan
perilaku konsumtif atau ingin tampil keren dengan kendaraan terbaru bisa
menyebabkan udara bersih menjadi langka. Sekarang di kota maupun desa sudah
banyak kendaraan bermotor dengan asap yang mengganggu kelangsungan udara
bersih. Terlalu banyak kandungan karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor juga buruk bagi kesehatan tanaman, kita harus menanggulanginya dengan
cara penghijauan. Kenapa? Karena oksigen dihasilkan oleh proses fotosintesis
yang dilakukan oleh tanaman.
3. Dampak
kepadatan penduduk terhadap pertanian
Penduduk semakin padat, berarti
kebutuhan pangan akan terus meningkat. Salah satu akibat dari kepadatan ini
yaitu pengalihan fungsi pertanian yang tadinya untuk ladang menanam menjadi
pemukiman, perumahan atau sarana lainnya. Sehingga negara yaa khusunya
Indonesia harus banyak mengimpor, untuk menanggulanginya Pemerintah
telahmelakukan usaha konkret, yaitu :Ekstensifikasi pertanian dengan cara
membuka lahan baru yang masih memungkinkan:
1.
Meningkatkan
teknologi pertanian, perikanan, dan peternakan
2.
Meningkatkan
persediaan bahan makanan
3. Mengubah
sikap dan cara mengonsumsi makanan, antara lain mengubah agar masyarakat tidak
hanya bergantung pada satu jenis bahan makanan saja
4.
Diversifikasi
tanaman dan lahan pertanian.
Catatan : Disersifikasi
adalah penganekaragaman tanaman dan lahan untuk membudidayakannya.
4. Dampak
kepadatan penduduk terhadap lingkungan
Untuk dampak terhadap lingkungan hampir
mirip dengan dampak kebutuhan udara bersih, populasi penduduk yang tidak
terarah membuat kebutuhan barang dan jasa akan terus meningkat. Contoh saja
hampir tiap keluarga memiliki sepeda motor dan kebutuhan itu akan semakin
meningkat, jalanan akan semakin macet, polusi udara meningkat dan masih banyak
lagi. Konsumsi energi yang berlebihan tentu akan membuat lingkungan semakin
tercemar, negara berkembang maupun maju juga memiliki permasalahan seperti ini.
Walau pemerintah mereka sudah mengupayakan berbagai usaha namun penduduk
semakin tidak terkendali maka bisa saja terjadi pendorong rusaknya lingkungan
hidup.
5. Dampak
kepadatan penduduk terhadap pendidikan
Pendidikan merupakan dasar yang sangat
penting bagi suatu negara, semakin bagus pendidikan suatu negara bisa mendorong
negara tersebut untuk maju, Jika kepadatan penduduk tidak dapat ditanggulani
dengan baik dan sarana prasarana pendidikan semakin kecil, maka banyak
anak-anak yang tidak bisa bersekolah, lingkar pendidikan di suatu negara
menjadi rendah dan akhirnya produktifitas bekerja akan menurun nantinya.
6. Dampak
kepadatan penduduk terhadap perumahan
Semua orang butuh tempat untuk
berteduh, jumlah penduduk yang bertambah juga menuntut lahan untuk rumah
semakin tinggi. Namun kenyataanya sekarang lahan untuk rumah sudah sulit untuk
didapat, banyak dari warga kita mendirikan bangunan tidak resmi atau tempat
tinggal sementara yang terbuat dari kardus ataupun plastik.
Setelah
mengetahui beberapa dampak dari kepadatan penduduk. Kita selaku mahasiswa juga
harus bisa berpikir kritis supaya ikut membantu dalam mengurangi kepadatan
penduduk tersebut. Salah satu caranya dimulai dari hal yang sederhana dengan
menerapkan konsep keluarga berencana jika kita sudah berkeluarga ataupun
diterapkan di keluarga saudara baik kakak maupun adik atau sepupu dan sebagainya.
Disamping itu upaya pemerintah juga sangat diperlukan.
Adapun kebijakan dan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan (http://www.eduspensa.com/2015/08/kebijakan-dan-upaya-pemerintah.html) yaitu:
Adapun kebijakan dan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan (http://www.eduspensa.com/2015/08/kebijakan-dan-upaya-pemerintah.html) yaitu:
A. Kebijakan Pemerintah
Pemerintah telah melakukan berbagai
kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini, yaitu :
1.
Mencanangkan
Program KB (Keluarga Berencana)
Melalui pendekatan pendidikan dan
mengenalkan berbagai alat kontrasepsi pada usia subur, pemerintah mengusahakan
agar menekan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.
2.
Undang-Undang
Perkawinan
Pemerintah membuat undang - undang
tersebut untuk mengatur usia minimal seseorang untuk menikah.
3.
Pembatasan
Pemberian Tunjangan
Pemerintah membatasi tunjangan anak
bagi PNS/ABRI maksimal sampai anak kedua.
B. Upaya dan Usaha Pemerintah
1. Masalah Kepadatan Penduduk
Pemerintah mengatasinya dengan cara
: Program Transmigrasi, Pembangunan fokus di Wilayah Timur.
2. Tingkat Kesehatan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara :
a) Pembangunan fasilitas kesehatan
seperti PUSKESMAS dan Rumah Sakit Umum
b) Pelayanan kesehatan gratis dengan
JAMKESMAS maupun JAMKESDA
3. Tingkat Pendidikan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara
:
a) Penyediaan fasilitas pendidikan yang
lebih lengkap dan merata di semua daerah di Indonesia.
b) Penciptaan kurikulum pendidikan yang
sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
c) Peningkatan kualitas tenaga pengajar
(guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik pemerintah
d) Penyediaan program pelatihan bagi
para pengajar dan pencari kerja
e) Mempelopori riset dan penemuan baru
dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga pemerintah.
4. Tingkat Pendapatan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara
:
a)
Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembangnya usaha/investasi, baik PMDN ataupun PMA.
b)
Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih
banyak menyerap tenaga kerja.
c)
Penyederhanaan birokrasi dalam perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan
fasilitas umum (jalan, telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.
Dari penjelasan diatas kita sudah
mengetahui mengenai gambaran umum pendudukan di Indonesia khususnya dampak dan
upaya pemerintah dalam mengatasi kepadatan penduduk. Walaupun setiap tahun
masih saja terjadi peningkatan kepadatan penduduk, kita tidak bisa hanya menyalahkan
sepenuhnya kepada pemerintah, karena seharusnya kita juga sadar diri menjadi
Warga Negara Indonesia yang baik dengan ikut sumbangsih dalam upaya mengatasi
hal tersebut. Sebagai remaja khususnya mahasiswa, ada beberapa upaya yang bisa
kita lakukan yaitu dengan menjadi remaja yang berperilaku sehat (dalam artian
tidak terlibat dengan narkoba dan seks bebas), menunda pernikahan yang terlalu
dini, mempunyai cita-cita mewujudkan keluarga kecil dan sejahtera (2 anak
cukup), memberikan informasi kepada teman sebaya ataupun keluarga dan
masyarakat mengenai keluarga berencana. Semua tujuan dapat tercapai apabila
semua komponen berjalan berdampingan dan saling membantu satu sama lain, bukan dengan
menyalahkan satu dengan yang lain. Oleh karena itu, tujuan penduduk yang ideal
dapat tercapai apabila semua komponen negara sadar akan hal tersebut dan
berjalan berdampingan baik pemerintah maupun masyarakat (umum dan pelajar).
Semoga hal ini dapat tercapai demi terciptanya Indonesia yang lebih sejahtera.



0 komentar:
Posting Komentar