MEMAKSIMALKAN
BONUS DEMOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Oleh:
Niswah Lutfiyani
Ada banyak permasalahan yang dihadapi negara
kita, ambil saja salah satunya masalah kependudukan. Dengan jumlah penduduk
yang sangat besar Indonesia bahkan menempati posisi ke-4 negara yang memiliki
jumlah penduduk terbesar di dunia. Berdasarkan Sensus Kependudukan pada tahun
2010, ternyata jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan signifikan. Jumlah
penduduk pada tahun 1970 adalah 119,2 juta jiwa dan pada tahun 2010 jumlah
penduduk mencapai angka 237.641.326 jiwa. Padahal, jumlah penduduk ini sudah
termasuk hasil program KB yang dijalankan pada era 80-an. Program KB ini sangat
membantu masalah kependudukan di Indonesia yakni mencegah hampir 100 juta
kelahiran. Jika dulu tidak ada program KB, diprediksikan akan terjadi ledakan
penduduk di Indonesia. Apabila terjadi ledakan penduduk, maka tidak dapat
dipungkiri akan timbul banyak masalah di negara ini. Mulai dari pengangguran,
kriminalitas, kebutuhan primer meningkat, rendahnya kualitas pendidikan dan
kesehatan.
Kini Indonesia semakin mendekati masa Bonus
Demografi, dimana penduduk dengan usia produktif sangat besar sementara
penduduk dengan usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.
Berdasarkan hasil kajian demografi dan perhitungan proyeksi penduduk dari sensus penduduk tahun 2010, Indonesia diperkirakan
akan mengalami Bonus Demografi pada tahun 2020-2030, dalam sepuluh tahun
terakhir penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa dengan rata-rata anka Laju
Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 1,49% per tahun. Jika LPP tetap sebesar
1,49% maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 diperkirakan akan mencapai
450 juta jiwa.
Pertanyaan yang paling besar adalah apakah
indonesia sudah siap untuk mengalami bonus tersebut. Melihat
kenyataan bahwa penyerapan angkatan kerja di bursa tenaga kerja sepanjang lima
tahun terakhir tercatat kian menyusut, sehingga mempersulit upaya menekan angka
pengangguran, kemiskinan maupun ketimpangan pendapatan.
Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik, Senin (05/05), tingkat pengangguran terbuka (TPT)
di Indonesia pada Februari 2014 hanya turun 0,12% menjadi 5,70% dari periode
yang sama tahun sebelumnya 5,82%.
Jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 mencapai
125,3 juta orang atau bertambah 1,7 juta orang dari Februari 2013. Sementara
jumlah penduduk yang bekerja mencapai 118,2 juta orang, atau bertambah 1,7 juta
orang dari Februari 2013.
Sejak
lima tahun yang lalu, capaian TPT pada periode Februari terus mencatatkan tren
melambat. Misalnya, pada Februari 2011, TPT tercatat turun 0,61%. Kemudian, TPT
Februari 2012 turun 0,48%, lalu TPT Februari 2013 turun 0,50% menjadi 5,92%.
Di satu sisi, besarnya jumlah
penduduk usia produktif ini sebagai berkah dan potensi bagi pembangunan bangsa.
Tapi, di sisi lain, jika tak pandai dikelola dan diantisipasi, kondisi ini
justru menjadi musibah dan membawa dampak sosial yang lebih hebat, sehingga
Indonesia bisa saja akan mengalami masalah besar di masa-masa mendatang.
Karena, tingkat penduduk usia produktif yang menanggung penduduk nonproduktif
(usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, 44 per 100 penduduk produktif.
Sementara kemampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan juga masih
rendah, belum lagi dari sisi kualitas penduduk usia produktif yang sangat
buruk.
Namun berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika
bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Bonus Demografi tidak serta merta
datang dengan sendirinya, tetapi untuk menjadikan potensi nasional, perlu
dipersiapkan dan selanjutnya dimanfaatkan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan
ekonomi dipengaruhi oleh penduduk (sumber daya manusia), sumber daya alam,
modal fisik, dan modal manusia. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi, peranan utama penduduk adalah dalam hal penyediaan tenaga
kerja. Lebih dari itu, penduduk dengan kualitas modal manusia yang unggul akan
menjadi tenaga kerja yang lebih produktif. Indonesia sebagai negara dengan
penduduk yang banyak diharapkan dapat memanfaatkan limpahan penduduk tersebut
sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Penduduk
yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan penambahan tersebut
memungkinkan peningkatan produksi. Di samping itu, sebagai akibat pendidikan,
pelatihan, dan pengalaman kerja, keterampilan penduduk akan bertambah tinggi.
Hal ini akan menyebabkan produktivitas bertambah dan selanjutnya mendorong
peningkatan produksi yang lebih cepat dari peningkatan tenaga kerja.
Pertambahan penduduk juga akan meningkatkan permintaan barang dan jasa.
Peningkatkan permintaan barang dan jasa akan memperluas pasar bagi
barang-barang yang dihasilkan sektor perusahaan. Karena peranan ini,
pertumbuhan penduduk akan mendorong pertambahan dalam produksi nasional dan
tingkat kegiatan ekonomi. Sehingga
mengenai laju pertambahan penduduk merupakan hal yang sangat penting untuk
diperhatikan dalam memaksimalkan bonus demografi.
Hal lain untuk memaksimalkan Bonus Demografi agar
dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tentunya pemerintah harus mencari cara
untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan dan sumber daya manusia yang ada.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain seperti :
1. Perbaiki sektor
pendidikan
Pendidikan selalu
menjadi sektor penting menghadapi perubahan zaman. Pemerintah perlu
terus-menerus memperbaiki kurikulum pendidikan yang up to date terutama dengan memasukkan
mata pelajaran sains terbaru di sekolah menengah dan kejuruan. Sehingga lulusan
kita mampu bersaing dengan lulusan dari negara lain.
2. Perbanyak program
insentif.
Pemerintah perlu
memperbanyak program insentif baru untuk mendorong generasi muda menjadi
ilmuwan, insinyur, wirausahawan yang melek teknologi. Dunia nantinya akan
semakin canggih, jika kita tidak terus-menerus memperbaharui diri dengan
pengetahuan terbaru, kita akan ketinggalan zaman. Pemerintah perlu
memperhatikan kelompok muda seperti ini dengan memberikan penghargaan dan
imbalan yang setimpal. Hal ini juga untuk menghindari larinya talenta-talenta
muda kita ke negara lain yang lebih menghargai karya mereka.
3. Generasi inovatif dan
bermental entrepreneur
Karena kita akan
menghadapi perdagangan bebas, di mana dunia menjadi begitu sempit, maka yang
perlu dilakukan adalah memperbanyak pengajaran di bidang inovasi dan
menggalakkan mental enterpreneurship bagi setiap orang. Hal ini sangat mudah
dilakukan karena generasi muda kita sangat menyukai inovasi. Mereka sudah mulai
akrab dengan dunia enterpreneurship. Hal ini sangat gampang diketahui dengan
menjamurnya situs e-comerse dan blog-blog yang menjajakan berbagai produk anak
negeri. Yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan memperluas jangkauan
internet hingga ke pelosok desa, yang hingga kini belum merata seluruhnya.
4. Perlunya perlindungan
hak kekayaan intelektual
Kita akui cukup
banyak produk dan hasil penelitian anak negeri yang bernilai pengetahuan
tinggi. Pemerintah perlu melindunginya dengan mempermudah akses bagi pengurusan
hak atas kekayaan intelektual, serta penegakan hukum secara tegas terhadap
pencurian atas hak kekayaan intelektual ini.
5. Perkecil angka pemuda
putus asa
Salah satu dampak
dari bonus demografi adalah besarnya beban yang ditanggung oleh penduduk usia
produktif terhadap kelompok usia tidak produktif. Jika pemerintah tak
mensiasatinya dengan memperbanyak lapangan kerja, mereka-mereka ini akan
berubah menjadi penduduk yang berputus asa: tidak punya kerja tetap, tidak
kreatif serta bermasalah dengan keuangan. Pemerintah perlu membuka peluang dan
kesempatan bagi mereka mengembangkan diri agar memiliki kebebasan finansial.
Jika tidak, maka ini juga akan mendatangkan dampak sosial yang lebih serius:
generasi yang berputus asa. Kalau kondisi ini yang terjadi, jelas mereka
bukanlah generasi yang siap menghadapi masa depan yang lebih bebas.
Di samping itu semua
yang sudah dijelaskan diatas, dalam menghadapi bonus demografi, pemerintah
perlu memperbanyak program pelatihan dan memperluas akses pendidikan (termasuk
untuk masyarakat kurang mampu) untuk menciptakan tenaga kerja bertalenta dan
memiliki ketrampilan. Dengan demikian, kita akan menikmati berkah dari Bonus
Demografi tersebut dan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dapat tercapai.
DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:
Posting Komentar