Kamis, 04 Agustus 2016

MEMAKSIMALKAN BONUS DEMOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Oleh: Niswah Lutfiyani

Ada banyak permasalahan yang dihadapi negara kita, ambil saja salah satunya masalah kependudukan. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar Indonesia bahkan menempati posisi ke-4 negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia. Berdasarkan Sensus Kependudukan pada tahun 2010, ternyata jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan signifikan. Jumlah penduduk pada tahun 1970 adalah 119,2 juta jiwa dan pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai angka 237.641.326 jiwa. Padahal, jumlah penduduk ini sudah termasuk hasil program KB yang dijalankan pada era 80-an. Program KB ini sangat membantu masalah kependudukan di Indonesia yakni mencegah hampir 100 juta kelahiran. Jika dulu tidak ada program KB, diprediksikan akan terjadi ledakan penduduk di Indonesia. Apabila terjadi ledakan penduduk, maka tidak dapat dipungkiri akan timbul banyak masalah di negara ini. Mulai dari pengangguran, kriminalitas, kebutuhan primer meningkat, rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan.

Kini Indonesia semakin mendekati masa Bonus Demografi, dimana penduduk dengan usia produktif sangat besar sementara penduduk dengan usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Berdasarkan hasil kajian demografi dan perhitungan proyeksi penduduk dari sensus penduduk tahun 2010, Indonesia diperkirakan akan mengalami Bonus Demografi pada tahun 2020-2030, dalam sepuluh tahun terakhir penduduk Indonesia bertambah 32,5 juta jiwa dengan rata-rata anka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 1,49% per tahun. Jika LPP tetap sebesar 1,49% maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 diperkirakan akan mencapai 450 juta jiwa.
 Pertanyaan yang paling besar adalah apakah indonesia sudah siap untuk mengalami bonus tersebut. Melihat kenyataan bahwa penyerapan angkatan kerja di bursa tenaga kerja sepanjang lima tahun terakhir tercatat kian menyusut, sehingga mempersulit upaya menekan angka pengangguran, kemiskinan maupun ketimpangan pendapatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Senin (05/05), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2014 hanya turun 0,12% menjadi 5,70% dari periode yang sama tahun sebelumnya 5,82%. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 mencapai 125,3 juta orang atau bertambah 1,7 juta orang dari Februari 2013. Sementara jumlah penduduk yang bekerja mencapai 118,2 juta orang, atau bertambah 1,7 juta orang dari Februari 2013.
Sejak lima tahun yang lalu, capaian TPT pada periode Februari terus mencatatkan tren melambat. Misalnya, pada Februari 2011, TPT tercatat turun 0,61%. Kemudian, TPT Februari 2012 turun 0,48%, lalu TPT Februari 2013 turun 0,50% menjadi 5,92%.
Di satu sisi, besarnya jumlah penduduk usia produktif ini sebagai berkah dan potensi bagi pembangunan bangsa. Tapi, di sisi lain, jika tak pandai dikelola dan diantisipasi, kondisi ini justru menjadi musibah dan membawa dampak sosial yang lebih hebat, sehingga Indonesia bisa saja akan mengalami masalah besar di masa-masa mendatang. Karena, tingkat penduduk usia produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, 44 per 100 penduduk produktif. Sementara kemampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan juga masih rendah, belum lagi dari sisi kualitas penduduk usia produktif yang sangat buruk.
Namun berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Bonus Demografi tidak serta merta datang dengan sendirinya, tetapi untuk menjadikan potensi nasional, perlu dipersiapkan dan selanjutnya dimanfaatkan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh penduduk (sumber daya manusia), sumber daya alam, modal fisik, dan modal manusia. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, peranan utama penduduk adalah dalam hal penyediaan tenaga kerja. Lebih dari itu, penduduk dengan kualitas modal manusia yang unggul akan menjadi tenaga kerja yang lebih produktif. Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang banyak diharapkan dapat memanfaatkan limpahan penduduk tersebut sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja dan penambahan tersebut memungkinkan peningkatan produksi. Di samping itu, sebagai akibat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja, keterampilan penduduk akan bertambah tinggi. Hal ini akan menyebabkan produktivitas bertambah dan selanjutnya mendorong peningkatan produksi yang lebih cepat dari peningkatan tenaga kerja. Pertambahan penduduk juga akan meningkatkan permintaan barang dan jasa. Peningkatkan permintaan barang dan jasa akan memperluas pasar bagi barang-barang yang dihasilkan sektor perusahaan. Karena peranan ini, pertumbuhan penduduk akan mendorong pertambahan dalam produksi nasional dan tingkat kegiatan ekonomi. Sehingga mengenai laju pertambahan penduduk merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam memaksimalkan bonus demografi.
Hal lain untuk memaksimalkan Bonus Demografi agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tentunya pemerintah harus mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan dan sumber daya manusia yang ada. Langkah yang dapat dilakukan antara lain seperti :
1.      Perbaiki sektor pendidikan
Pendidikan selalu menjadi sektor penting menghadapi perubahan zaman. Pemerintah perlu terus-menerus memperbaiki kurikulum pendidikan yang up to date terutama dengan memasukkan mata pelajaran sains terbaru di sekolah menengah dan kejuruan. Sehingga lulusan kita mampu bersaing dengan lulusan dari negara lain.
2.      Perbanyak program insentif.
Pemerintah perlu memperbanyak program insentif baru untuk mendorong generasi muda menjadi ilmuwan, insinyur, wirausahawan yang melek teknologi. Dunia nantinya akan semakin canggih, jika kita tidak terus-menerus memperbaharui diri dengan pengetahuan terbaru, kita akan ketinggalan zaman. Pemerintah perlu memperhatikan kelompok muda seperti ini dengan memberikan penghargaan dan imbalan yang setimpal. Hal ini juga untuk menghindari larinya talenta-talenta muda kita ke negara lain yang lebih menghargai karya mereka.
3.      Generasi inovatif dan bermental entrepreneur
Karena kita akan menghadapi perdagangan bebas, di mana dunia menjadi begitu sempit, maka yang perlu dilakukan adalah memperbanyak pengajaran di bidang inovasi dan menggalakkan mental enterpreneurship bagi setiap orang. Hal ini sangat mudah dilakukan karena generasi muda kita sangat menyukai inovasi. Mereka sudah mulai akrab dengan dunia enterpreneurship. Hal ini sangat gampang diketahui dengan menjamurnya situs e-comerse dan blog-blog yang menjajakan berbagai produk anak negeri. Yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan memperluas jangkauan internet hingga ke pelosok desa, yang hingga kini belum merata seluruhnya.
4.      Perlunya perlindungan hak kekayaan intelektual
Kita akui cukup banyak produk dan hasil penelitian anak negeri yang bernilai pengetahuan tinggi. Pemerintah perlu melindunginya dengan mempermudah akses bagi pengurusan hak atas kekayaan intelektual, serta penegakan hukum secara tegas terhadap pencurian atas hak kekayaan intelektual ini.
5.      Perkecil angka pemuda putus asa
Salah satu dampak dari bonus demografi adalah besarnya beban yang ditanggung oleh penduduk usia produktif terhadap kelompok usia tidak produktif. Jika pemerintah tak mensiasatinya dengan memperbanyak lapangan kerja, mereka-mereka ini akan berubah menjadi penduduk yang berputus asa: tidak punya kerja tetap, tidak kreatif serta bermasalah dengan keuangan. Pemerintah perlu membuka peluang dan kesempatan bagi mereka mengembangkan diri agar memiliki kebebasan finansial. Jika tidak, maka ini juga akan mendatangkan dampak sosial yang lebih serius: generasi yang berputus asa. Kalau kondisi ini yang terjadi, jelas mereka bukanlah generasi yang siap menghadapi masa depan yang lebih bebas.
Di samping itu semua yang sudah dijelaskan diatas, dalam menghadapi bonus demografi, pemerintah perlu memperbanyak program pelatihan dan memperluas akses pendidikan (termasuk untuk masyarakat kurang mampu) untuk menciptakan tenaga kerja bertalenta dan memiliki ketrampilan. Dengan demikian, kita akan menikmati berkah dari Bonus Demografi tersebut dan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "